Seberapa Penting Kah?

File:Lambang Kemkes.png - Wikipedia Konsep kesehatan kerja dewasa ini semakin banyak berubah, bukan sekedar “kesehatan pada sektor industri” saja melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang dalam melakukan pekerjaannya. Seperti yang kita ketahui bersama, tidak semua tempat kerja dapat memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan. Kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi faktor fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial yang mempengaruhi pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Menurut Suma’mur (1976) Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/ gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit/gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum. Tetapi rIsiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja termasuk di lingkungan tempat kerja. Oleh karena itu, setiap perusahaan yang menjadi tempat bekerja memiliki kewajiban dalam memastikan kesehatan, keselamatan, dan keamanan pekerjanya. Ketiga, aspek ekonomis untuk mencegah kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja dan PAK; rusaknya aset; reputasi negatif dari masyarakat.


Mengingat kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang sangat penting dan menunjang bagi setiap pekerja maka kesehatan dan keselamatan kerja harusnya diperhatikan oleh setiap industri. Tujuannya untuk menjaga karyawan tetap aman dan nyaman dalam bekerja. Selanjutnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita karena lingkungan yang kotor merupakan sumber daripada penyakit. Itulah mengapa begitu penting menjaga kesehatan dan keselamatan kerja selama berada di area pertambangan, selayaknya yang dilakukan oleh pekerja Agincourt Resources. Selain itu, peralatan kerja yang digunakan juga harus diperhatikan. Pengertian Hampir Celaka, yang dalam istilah safety disebut dengan insiden (incident), ada juga yang menyebutkan dengan istilah “near-miss” atau “near-accident”, adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses kerja. Perlu kita ketahui, setiap aktivitas kerja memiliki potensi munculnya bahaya dan risiko, baik itu bahaya atau risiko keselamatan maupun kesehatan. Sedangkan beberapa parameter lingkungan kerja yang belum ada standar nasional masih mengacu standar yang dikeluarkan oleh NIOSH (National Institute of Occupational Safety and Health) dan ACGIH (American Conference of Govermental and Industrial Hygienist (sumber). Apakah Anda sudah mulai melihat kerja sama yang baik antara perusahaan, dan pekerja ? ​A᠎rtic le h as  been gen er ated wi th the help of G​SA C ontent Gen er ator DEMO.


Dunia industri erat kaitannya dengan pekerjaan lapangan dan juga mesin-mesin industri. Upaya pencegahan yang lainnya yaitu dilakukan penyuluhan tentang KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) di sekolah-sekolah seperti SMP SMA yang berada diwilayah kerja Puskesmas Kebondalem Lor serta dilakukan pemeriksaan cek anemia oleh petugas laborat Puskesmas Kebondalem Lor, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk remaja, selain itu upaya pencegahan di Puskesmas Kebondalem Lor juga membuka Pelayanan Kesehatan Remaja setiap hari Sabtu untuk melayani masalah konsultasi remaja. Kecelakaan kerja merupakan hal yang sangat dihindari dalam dunia pekerjaan. Namun, ada satu hal yang penting kita pahami juga untuk mencegah atau meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan, yakni pola pikir kita dalam memandang dan bersikap untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas kita sehari-hari. Pekerja yang mengetahui standar dalam bekerja dapat menjadi motivasi bagi teman-teman terlebih bagi perusahaan dan juga negara. Keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu upaya untuk memberikan jaminan keselamatan dan mengingkatkan derajat kesehatan pada pekerja dengan cara pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi. Dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sudah disebutkan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan.


Pekerja Rumah Sakit mempunyai resiko lebih tinggi dibanding pekerja industri lain untuk terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK), sehingga perlu dbuat standar perlindungan bagi pekerja yang ada di Rumah Sakit. Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya) bermacam macam ; ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3, dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health. Setiap individu mempunyai hak untuk mendesak pemerintah agar memprioritaskan kebijakan yang berkaitan dengan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi. Setiap bidang pekerjaan haruslah memprioritaskan keselamatan kerja. Maka, jadikan poster, spanduk, atau bendera K3 yang bertuliskan “Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja” yang dipasang di tempat kerja Anda bukan sekadar slogan semata, tetapi juga sebagai kebutuhan. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa dengan dimilikinya SLF, maka bangunan gedung yang digunakan sebagai tempat beraktivitasnya manusia telah terjamin keamanannya. Kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja, bahaya akibat kerja dan usaha yang dikerjakan. Bahaya potensial di Rumah Sakit yang disebabkan oleh faktor biologi, factor kimia, faktor ergonomi, faktor fisik, faktor psikososial dapat mengakibatkan penyakit dan kecelakaan akibat kerja bagi pekerja, pengunjung, pasien dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama