Edukasi Kesehatan Reproduksi

Pernyataan ini disampaikan salah satu tim penyusun modul pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas tunagrahita Budi Hermawan dalam Peluncuran Buku Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas bagi Tunagrahita yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyampaikan, sebetulnya tidak sulit menjadi remaja yang melek kesehatan reproduksi bisa dimulai dari hal ringan di kehidupan sehari-hari. Dia melanjutkan, bahwa baik pekerja kantoran, petani, atau pedagang sama saja, seringkali pekerjaan mereka tidak optimal karena atasan atau kolega bisnis sering mempertimbangkan fungsi perempuan sebagai ‘ibu’. Edukasi mengenai alat kontrasepsi lebih banyak menyasar perempuan ketimbang laki-laki. Selanjutnya, CDC (Otoritas kesehatan di AS) berencana untuk mengeluarkan aturan baru mengenai pelacakan kontak untuk pelancong udara internasional. Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), remaja ada pada rentang usia 10-24 tahun dan belum menikah. Pada pertumbuhan anak-anak, kalsium berkontribusi besar pada perkembangan tulang dan tinggi badan mereka. Norma gender yang tidak setara tidak menguntungkan posisi perempuan dalam bernegosiasi seputar pemanfaatan reproduksi yang mereka miliki. Perempuan (istri) dalam budaya patriarki seringkali ditempatkan di kedudukan yang lebih rendah dari suami. C᠎on​tent w​as c reated with GSA Con te nt Gen er ator Demoversi on .


Hand drawn flat world aids day background Tetapi karena sifatnya hierarki sehingga ada kedudukan yang terpinggirkan dari sistem itu, dan perempuan yang merupakan pusat reproduksi justru terkesan dipisahkan dari tubuhnya. Padahal Tuhan menciptakan panggul perempuan dewasa hanya berukuran 10 cm yang sesuai dengan ukuran kepala bayi, tetapi banyak remaja yang tidak mengerti kawin di bawah usia 21 tahun bisa menyebabkan kematian bayi dan pendarahan pada ibu. Sementara angka kematian ibu dan bayi di Indonesia hingga saat ini masih cukup tinggi, yaitu 305 per seratus ribu kelahiran hidup. Ini sangat sejalan dengan konsep pencegahan stunting yang diajukan BKKBN kepada Bapak Presiden,” papar Kusmana. DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN REMAJA SEPUTAR KESEHATAN REPRODUKSI, PENGASUHAN ANAK, KEUANGAN KELUARGA, DENGAN HARAPAN KEDUANYA LEBIH SIAP MENGHADAPI KEHIDUPAN PERKAWINAN SEHINGGA MAMPU MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI, PERCERAIAN DAN STUNTING (BALITA GAGAL TUMBUH KEMBANG KARNA KURANG GIZI SECARA PERMANEN), PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG MELALUI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, KELUARGA BERENCANA, PEMBERDAYAAN PEREMPPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BULELENG MELAKSANAKAN SOSIALISASI KEPADA REMAJA PRANIKAH DI DESA TEGALLINGGAH, HARI RABU TANGGAL 16 JUNI 2021, BERTEMPAT DIKANTOR DESA TEGALLINGGAH, PELAKSANAAN SOSIALISASI DIHADIRI OLEH 25 ORANG REMAJA PRANIKAH DENGAN TETAP MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DENGAN HARUS MENGGUNAKAN MASKER. Oleh karena itu, remaja menjadi fokus perhatian dalam pembangunan nasional. “Makanya kami akan mereformasi BKKBN, akan rebranding BKKBN, karena hari ini sudah tidak seperti dulu lagi.


Berbagai penelitian mengungkap-kan bahwa unmet need disebakan oleh tidak adanya dukungan suami untuk mengakses kontrasepsi, meskipun fasilitas kesehatan sudah memadai. Oleh karena itu, Moms dan Dads perlu menjaga kesehatan reproduksi remaja agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Selanjutnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita karena lingkungan yang kotor merupakan sumber daripada penyakit. Di antaranya, remaja yang tidak mengetahui tentang hari-hari masa subur sebesar 37,9%, remaja yang menyatakan tidak tahu tentang sekali hubungan seksual dapat hamil sebanyak 49,3%. Adapun, 43,4% tidak pernah mendengar tentang penyakit menular seksual. Bagaimana kira-kira dampak reproduksi pada masa mendatang jika kita tidak mengelola mulai saat ini. Yang beda adalah intensitas penggunaannya, mulai dari hanya beberapa jam sehari sampai ada yang hampir sepanjang hari, mungkin saat tidur saja tidak menggunakan gadget tersebut. Luhut kemudian memprediksi, jika akhir tahun tak ada lonjakan kasus Corona yang signifikan, kemungkinan besar di tahun depan COVID-19 sudah menjadi endemi. Kesakitan seperti itu ditempatkan sebagai takdir yang tidak bisa diubah, padahal ada usaha preventif yang bisa dilakukan, bukan hanya pasrah dan ikhlas kemudian berharap diberikan pahala sebagai impact dari kesakitan yang telah dijalaninya. Sementara itu, studi dalam Journal of Front Public Health menyimpulkan bahwa konsumsi susu, alkohol, dan kafein, lemak jenuh, dan gula telah dikaitkan dengan hasil kesuburan yang lebih buruk pada wanita dan pria.


Pendekatan ekologis dari Promosi Kesehatan menunjukkan relasi antara pengambilan keputusan pribadi dan kebijakan nasional, dengan guru, administrasi sekolah, orang tua dan tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan penentu kebijakan sebagai pengambil keputusan pada tingkat yang berbeda. Dalam Bimtek Kesehatan Reproduksi Remaja diberikan pengertian, pemahaman dan kemampuan menjelaskan dasar-dasar pemikiran/filosofi pendidikan kesehatan, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, langkah-langkah pengorganisasia dan pengembangan masyarakat dan model perberdayaan masyarakat, pendekatan dan pengalaman belajar ,modernisasi, perencanaan sosial serta strategi pengembangan partisipasi dalam model-model intervensi/pemecahan masalah, advokasi, diffusi-inovasi, monitoring, dan evaluasi. Pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan tenaga kesehatan maupun praktisi psikolog sehingga perilaku berisiko dapat diatasi sejak dini,” kata Endang dalam rilis yang diterbitkan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, tempat dia menyelesaikan pendidikan doktoral. Mereka agak bingung,” kata Hasto di Yogyakarta pekan lalu. Permasalahan remaja dapat diatasi dengan menyediakan fasilitas, misalnya informasi kesehatan seksual di sebuah kegiatan yang menyenangkan , sekolah, akses terhadap informasi yang cepat, pelayanan konseling, dan juga menciptakan pihak yang dapat dipercaya untuk mengatasi masalah mereka. Selain itu, wilayah luar Jawa yang kepadatan penduduknya rendah, ada kebijakan khusus yang akan didiskusikan dengan setiap daerah. Namun sayang, meskipun menimbulkan morbiditas sampai mortalitas pada perempuan, belum ada perhatian penuh yang berspektif gender untuk menanganinya.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama